Sekilas Tentang Mastitis, Momok Menakutkan Bagi Ibu Menyusui!

Mastitis adalah suatu gangguan yang terjadi pada ibu menyusui karena terjadi peradangan pada bagian payudara ibu sehingga menyebabkan tidak bisa menyusui. Kondisi seperti ini seringnya terjadi pada awal menyusui. Beberapa ibu mengeluhkan bahwa payudaranya tidak bisa mengeluarkan ASI secara sempurna. Hal ini tentunya akan berakibat buruk baik bagi bayi ataupun ibu sendiri. Bayi tidak mendapatkan asupan ASI yang cukup dan ibu akan merasa nyeri yang teramat sangat pada payudaranya. Bagaimanakah kondisi seperti ini bisa terjadi? Dan bagaimanakah cara mengatasinya?

Penyebab Mastitis

Peradangan atau infeksi yang terjadi pada payudara ibu disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut ini:

  1. Penyumbatan saluran ASI

ASI yang mengalir melalui puting tidak keluar dengan sempurna dan beberapa diantaranya masih tertinggal di dalam saluran susu. Sisa ASI ini mengendap dan menyebabkan penyumbatan. Pada beberapa kasus, penyumbatan yang tidak segera dibersihkan akan menyebabkan infeksi karena bakteri yang berkembang.

  1. Infeksi Bakteri

Tidak selalu berawal dari penyumbatan ASI, mastitis bisa juga dimulai oleh infeksi bakteri yang ada di mulut bayi atau permukaan puting payudara. Bakteri ini akan menginfeksi jaringan melalui luka yang ada di permukaan puting.

Gejala Mastitis

Beberapa gejala yang ditunjukkan jika ibu mengalami mastitis adalah:

  1. Memar pada payudara
  2. Payudara juga sering terasa gatal di permukaannya
  3. Rasa nyeri dan perih ketika menyusui
  4. Munculnya benjolan di payudara
  5. Salah satu payudara mengalami pembengkakan
  6. Puting mengeluarkan nanah
  7. Terlihat pembengkakan kelenjar getah bening
  8. Tubuh ibu sering merasa lelah
  9. Ibu mengalami demam

Penanganan Mastitis

Memang tidak semua ibu akan mengalami gangguan mastitis. Namun perlu juga untuk Anda mengetahui apa yang harus dilakukan jika kelak Anda mungkin mengalaminya. Cara untuk mencegah dan menangani mastitis adalah :

  1. Usahakan untuk menyusui bayi secara teratur dan seimbang menggunakan payudara kanan dan kiri. Jangan berat sebelah.
  2. Jika bayi Anda tidak banyak minum ASI, usahakan untuk tetap mengeluarkannya dengan cara dipompa atau dipijat.
  3. Jika proses keluarnya ASI dirasa kurang lancar, Anda bisa memijat payudara dengan lembut dan mendorong ASI keluar.
  4. Jangan menggunakan Bra yang terlalu ketat apalagi jika produksi ASI sedang banyak-banyaknya.
  5. Jangan menunda atau menahan memberikan ASI terlebih ketika bayi sedang menginginkannya. Hal ini mungkin saja terjadi karena faktor eksternal, namun cobalah untuk mencari cara agar tetap bisa menyusui.
  6. Minum air atau cairan yang cukup agar metabolisme dalam tubuh ibu selalu lancar
  7. Istirahat dengan cukup
  8. Jika payudara terasa tegang namun tidak mampu mengeluarkan ASI, kompreslah dengan air hangat dan lakukan pemijatan dengan perlahan-lahan terlebih pada bagian puting.
  9. Jika tubuh ibu sudah demam dan rasa nyeri pada payudara tidak tertahan lagi, Ibu bisa menghubungi dokter ahli untuk meminta penanganan medis.

Mastitis adalah kondisi yang harus dihindari sebisa mungkin oleh ibu. Selain merupakan gangguan yang menyakitkan, tidak sedikit ibu menyusui yang kemudian berhenti menyusui karena tidak segera menangani kondisi mastitisnya. Kelenjar susu yang dalam beberapa waktu tidak dipergunakan, akan otomatis menghentikan produksi ASI. Hal inilah yang menyebabkan ASI tidak lagi mau keluar. Sungguh disayangkan bukan?